Riset · POME dan limbah sawit · Indonesia
Pembangkitan Listrik dari Biogas POME: Kinerja Teknis yang Kuat dengan Profitabilitas yang Tipis
Berdasarkan abstrak
Pembangkit listrik biogas dari limbah cair pabrik sawit di Bangka menurunkan COD sampai 91% dan memangkas emisi dalam orde ribuan ton CO2-eq per tahun, tetapi nilai NPV-nya negatif. Studi tekno-ekonomi ini menunjukkan bahwa persoalan utamanya bukan teknologi, melainkan POME yang tidak mencukupi.

Paper yang dibedah
Biogas Power Generation from Palm Oil Mill Effluent (POME): Techno-Economic and Environmental Impact Evaluation
Ahyahudin Sodri, Fentinur Evida Septriana · Energies · 2022
Buka DOI paperMasalah yang diselesaikan
Luas areal sawit yang meningkat menaikkan produksi minyak sawit dan POME di Indonesia, yang berpotensi menaikkan emisi gas rumah kaca. Biogas dari POME merupakan cara berkelanjutan untuk mengendalikan emisi tersebut sekaligus memberikan manfaat ekonomi, tetapi pembangkit listrik biogas POME kurang menarik untuk investasi di Indonesia dan kajian tekno-ekonomi serta lingkungannya masih terbatas, padahal Indonesia adalah produsen sawit terbesar dunia.
Metode dan skala
Studi ini mengevaluasi aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan pembangkit listrik biogas dari POME pada satu lokasi studi di Pulau Bangka: kinerja penurunan COD dan produksi biogas, konversi menjadi energi listrik, reduksi emisi gas rumah kaca, serta kelayakan ekonomi melalui NPV, IRR, dan payback period, dengan proses degradasi anaerobik mesofilik pada konfigurasi closed lagoon.
Temuan kunci
- Pabrik biogas di lokasi studi menurunkan kadar COD POME sampai 91% dan menghasilkan biogas 325.292 m3 per bulan dengan kandungan metana 55%.
- Biogas tersebut dapat dikonversi menjadi energi listrik sebesar 696.163 kWh per bulan.
- Operasinya mereduksi emisi gas rumah kaca sebesar 1131 ton CO2-eq per bulan.
- Profitabilitasnya rendah: IRR 6,75% dan payback period 10,8 tahun, dengan NPV yang dilaporkan abstrak bertanda negatif. Masalah utama yang diidentifikasi adalah POME yang digunakan tidak mencukupi, yang dapat diatasi dengan membeli POME dari pabrik sawit lain, dan penulis menilai pergeseran teknologi dari closed lagoon ke bioreaktor yang lebih efisien sangat dibutuhkan.
Batas dan catatan kritis
- Seluruh angka berasal dari satu lokasi studi di Bangka dengan pasokan POME-nya sendiri; pabrik dengan skala dan tarif listrik yang berbeda akan memperoleh ekonomi yang berbeda pula.
- Tanda negatif NPV terbaca dari konteks profitabilitas yang rendah dan cara abstrak menuliskan nilainya; asumsi harga listrik, biaya investasi, dan biaya operasi yang melandasi angka tersebut tidak diungkapkan di abstrak.
- Penurunan COD 91% merupakan kinerja lingkungan yang kuat, tetapi abstrak tidak merinci kualitas efluen akhir terhadap baku mutu, sehingga kepatuhan buangan belum dapat dinilai dari abstrak.
Arti buat pabrik
Bedah ini menyajikan gambaran yang proporsional mengenai ekonomi biogas POME di Indonesia: teknologi anaerobiknya bekerja, tetapi skala umpan dan tarif menentukan kelangsungan investasi. Pelajaran yang dapat dibawa ke pabrik lain adalah urutan diagnosisnya: periksa kecukupan POME terlebih dahulu sebelum menyalahkan teknologi, dan pertimbangkan bioreaktor apabila lagoon tidak lagi efisien. Penilaian ini adalah apresiasi redaksi, bukan klaim paper.
Kesimpulan bedah
Baca full paper-nya
Hasil akhirnya lengkap di abstrak, tetapi keputusan investasi menuntut asumsi yang melandasi NPV dan IRR: tarif listrik, belanja modal, dan biaya angkut POME. Asumsi tersebut hanya tersedia pada teks lengkap.
Baca terkait di ilmutekkim
Semua bedah riset
Bedah jurnal teknik kimia internasional dan Indonesia, ditulis dari abstrak terverifikasi dengan catatan kritis dan kesimpulan.
Ke halaman riset